Nasib Anak-anak di Gaza: Tewas Akibat Bom atau Sekarat karena Kelaparan

  • Whatsapp
Anak-anak Palestina membawa panci saat mengantri untuk menerima makanan yang dimasak oleh dapur amal, di tengah kekurangan persediaan makanan di Rafah di selatan Jalur Gaza 14 Desember 2023. (Foto: REUTERS/Saleh Salem )

( DN ) – Di Gaza yang dikoyak perang, bom-bom Israel bukan satu-satuya yang menewaskan anak-anak. Sekarang, sebagian dari anak-anak di sana sekarat karena kelaparan akut.

Sejumlah pejabat telah memperingatkan selama berbulan-bulan bahwa pengepungan dan serangan Israel menyebabkan wilayah Palestina mengalami kelaparan.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kelaparan paling parah terjadi di Gaza utara karena isolasi oleh pasukan Israel telah memutus pasokan makanan untuk waktu yang lama. Kementerian Kesehatan mengatakan setidaknya 20 orang meninggal karena kekurangan gizi dan dehidrasi di rumah sakit Kamal Adwan dan Shifa di wilayah utara. Sebagian besar korban tewas adalah anak-anak – termasuk mereka yang berusia 15 tahun – serta pria berusia 72 tahun.

Anak-anak yang rentan juga mulai menderita di wilayah selatan, meski suplai bantuan di wilayah tersebut dapat dilakukan lebih teratur.

Di Rumah Sakit Emirat di Rafah, 16 bayi prematur meninggal karena kekurangan gizi selama lima minggu terakhir, salah satu dokter senior mengatakan kepada The Associated Press.

Anak-anak Palestina menunggu untuk menerima makanan yang dimasak oleh dapur amal di tengah kekurangan pasokan makanan di Rafah, di selatan Jalur Gaza, 5 Maret 2024. (Foto: REUTERS/Mohammed Salem)
Anak-anak Palestina menunggu untuk menerima makanan yang dimasak oleh dapur amal di tengah kekurangan pasokan makanan di Rafah, di selatan Jalur Gaza, 5 Maret 2024. (Foto: REUTERS/Mohammed Salem)

“Kematian anak-anak yang kami khawatirkan akhirnya menjadi kenyataan,” kata Adele Khodr, Ketua UNICEF untuk Timur Tengah, dalam sebuah pernyataan awal pekan ini.

Pengeboman dan serangan darat Israel menelan banyak korban jiwa di kalangan anak-anak, dan juga perempuan. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan hampir tiga perempat dari lebih dari 30.800 warga Palestina yang terbunuh adalah perempuan.

Malnutrisi umumnya berlangsung perlahan dan bisa menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak dan orang tua. Namun, ada faktor-faktor lain yang turut memperburuk situasi ini. Misalnya, ibu yang kekurangan gizi akan kesulitan memberikan ASI kepada anaknya.

Menurut Anuradha Narayan,ahli nutrisi anak dari Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), penyakit diare, yang sering terjadi di Gaza karena kurangnya akses air bersih dan sanitasi, mengakibatkan banyak orang sulit menyerap kalori yang mereka konsumsi. Malnutrisi juga melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan risiko kematian akibat penyakit lain.

p akses terhadap sebagian besar pasokan makanan, air, obat-obatan dan pasokan lainnya setelah melancarkan serangan ke Gaza, menyusul serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan. Serangan itu menewaskan sekitar 1.200 orang dan Hamas dilaporkan juga menyandera sekitar 250 orang. Pemerintah hanya mengizinkan sedikit truk bantuan melewati dua penyeberangan di wilayah selatan.

Israel menyalahkan lembaga-lembaga PBB atas meningkatnya kelaparan di Gaza, dengan menuding bahwa mereka tidak berhasil mendistribusikan pasokan yang menumpuk di penyeberangan Gaza. UNRWA, badan PBB terbesar di Gaza, menyatakan bahwa Israel membatasi beberapa barang dan melakukan pemeriksaan yang rumit, yang memperlambat proses masuknya barang-barang tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *