Wapres AS Kamala Harris menegur Israel atas bencana kemanusiaan yang terjadi di Gaza pekan lalu dan mendorong gencatan senjata sementara selama setidaknya enam minggu. Sementara itu, mediator dari Hamas dan Mesir tetap melanjutkan perundingan di Kairo meskipun tanpa kehadiran pihak Israel.
WASHINGTON, DC ( DN ) – Wakil Presiden AS Kamala Harris pada hari Minggu (3/4) mengecam Israel atas minimnya upaya negara itu dalam mengatasi “bencana kemanusiaan” di Gaza. Ini merupakan teguran paling keras yang pernah dilontarkan oleh seorang pemimpin senior di pemerintahan AS.“Kita menyaksikan orang-orang yang kelaparan dan putus asa menghampiri truk-truk bantuan. Mereka hanya ingin mendapatkan makanan untuk keluarga mereka, setelah berminggu-minggu hampir tidak ada bantuan yang masuk ke utara Gaza. Mereka justru dihadang tembakan dan menghadapi kekacauan. Kami berduka atas jatuhnya para korban dalam tragedi mengerikan itu,” ungkapnya.
Dalam pidatonya di Alabama itu, Harris mendesak Israel untuk membuka jalur penyeberangan baru di wilayah perbatasan dan tidak memberlakukan “pembatasan yang berlebihan” dalam pengiriman bantuan kemanusian.
Ia juga menyerukan gencatan senjata secepatnya di Gaza, dan mendorong Hamas untuk menyetujui kesepakatan perundingan demi membebaskan para sandera dengan timbal balik berupa jeda pertempuran.








