Penanganan pengungsi Rohingya di Indonesia selama ini seperti diserahkan kepada masyarakat. Pemerintah dinilai tidak pernah serius menangani persoalan pengungsi tersebut. Pemindahan paksa pengungsi oleh mahasiswa dan warga di Aceh, Rabu (27/12) menjadi buktinya.
JAKARTA (DN) – Ratusan mahasiswa yang merupakan gabungan dari sejumlah kampus di Banda Aceh mendatangi pengungsi etnis minoritas Muslim-Rohingya yang ditampung di Balai Meuseuraya, Banda Aceh. Para mahasiswa menarik dan mengangkut para pengungsi Rohingya dengan truk untuk dipindahkan ke kantor Kemenkumham Aceh.Tindakan tersebut merupakan salah satu kekhawatiran banyak pihak selama ini ketika pemerintah terkesan tidak serius menangani pengungsi Rohingya.
Sejak 14 November sampai 10 Desember lalu, sudah ada sembilan gelombang pengungsi Rohingya masuk ke wilayah Indonesia melalui kabupaten Pidie, Bireun, Aceh Besar, dan Kota Sabang.
Peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Faudzan Farhana kepada VOA mengatakan penanganan pengungsi Rohingya di Indonesia selama ini seperti diserahkan kepada masyarakat. Pemerintah, lanjutnya, tidak pernah serius menangani persoalan tersebut.
“Ya pasti akan ada risiko seperti yang terjadi belakangan ini, bahwa masyarakat biar bagaimanapun ketika memberikan bantuan sebisa mereka, sesuai dengan kemampuan mereka. Sementara masyarakat di Aceh, kita tahu kondisi mereka seperti apa. Saya melihat reaksi penolakan belakangan ini semacam bara dalam sekam yang selama ini menunggu untuk terbakar,” ungkapnya.








