Pemerintah Dinilai Tak Tidak Serius Tangani Pengungsi Rohingya, Warga Mulai Ambil Langkah Sendiri

  • Whatsapp
Ratusan mahasiswa merelokasi paksa para pengungsi Rohingya dari Balai Meuseuraya ke kantor Kemenkumham wilayah Aceh di Banda Aceh, Rabu, 27 Desember 2023. (Foto: Riska Munawarah/Reuters)

Penanganan pengungsi Rohingya di Indonesia selama ini seperti diserahkan kepada masyarakat. Pemerintah dinilai tidak pernah serius menangani persoalan pengungsi tersebut. Pemindahan paksa pengungsi oleh mahasiswa dan warga di Aceh, Rabu (27/12) menjadi buktinya.

Ratusan mahasiswa yang merupakan gabungan dari sejumlah kampus di Banda Aceh mendatangi pengungsi etnis minoritas Muslim-Rohingya yang ditampung di Balai Meuseuraya, Banda Aceh. Para mahasiswa menarik dan mengangkut para pengungsi Rohingya dengan truk untuk dipindahkan ke kantor Kemenkumham Aceh.Tindakan tersebut merupakan salah satu kekhawatiran banyak pihak selama ini ketika pemerintah terkesan tidak serius menangani pengungsi Rohingya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sejak 14 November sampai 10 Desember lalu, sudah ada sembilan gelombang pengungsi Rohingya masuk ke wilayah Indonesia melalui kabupaten Pidie, Bireun, Aceh Besar, dan Kota Sabang.

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini warga Bumi Serambi Mekkah itu tidak menerima mereka dengan tangan terbuka. Warga terang-terangan menolak mereka dengan berbagai alasan. Pemerintah lokal tidak dapat berbuat banyak selain menjaga agar tidak terjadi bentrokan antara para pengungsi dan warga lokal, karena tidak mendapat arahan apapun dari pemerintah pusat.

Peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Faudzan Farhana kepada VOA mengatakan penanganan pengungsi Rohingya di Indonesia selama ini seperti diserahkan kepada masyarakat. Pemerintah, lanjutnya, tidak pernah serius menangani persoalan tersebut.

“Ya pasti akan ada risiko seperti yang terjadi belakangan ini, bahwa masyarakat biar bagaimanapun ketika memberikan bantuan sebisa mereka, sesuai dengan kemampuan mereka. Sementara masyarakat di Aceh, kita tahu kondisi mereka seperti apa. Saya melihat reaksi penolakan belakangan ini semacam bara dalam sekam yang selama ini menunggu untuk terbakar,” ungkapnya.

Masyarakat yang keberatan dengan kedatangan pengungsi Rohingya berunjuk rasa di Banda Aceh, Aceh, Rabu, 27 Desember 2023. (Foto: Riska Munawarah/Reuters)
Masyarakat yang keberatan dengan kedatangan pengungsi Rohingya berunjuk rasa di Banda Aceh, Aceh, Rabu, 27 Desember 2023. (Foto: Riska Munawarah/Reuters)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *