BOJONEGORO | DN – Gelaran media gathering yang baru-baru ini diadakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bojonegoro justru memunculkan aroma ketidakadilan.
Alih-alih mempererat hubungan dengan insan pers, kegiatan tersebut menuai kritik tajam lantaran dinilai eksklusif dan diskriminatif.
Acara yang semestinya menjadi wadah membangun sinergi antara pemerintah daerah dan media lokal, justru menciptakan kesan “pilih kasih”.
Undangan resmi dari Diskominfo disebut-sebut tidak menyentuh seluruh elemen media, bahkan cenderung mengabaikan sebagian awak media yang selama ini turut aktif menyampaikan informasi kepada publik.








