5.000 Hektare Jadi Target, Bojonegoro Serius Genjot Produktivitas Tebu

  • Whatsapp

Dalam pelaksanaannya, pendataan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) terus dipercepat. Sebanyak 150 tenaga tambahan dikerahkan untuk menginput dan mengunggah data CPCL. Wabup Nurul menekankan bahwa lahan yang digunakan harus memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang jelas. Dari potensi yang ada, program ini diperkirakan melibatkan sekitar 1.600 petani di kawasan tebu Bojonegoro.

Selain meningkatkan produktivitas, program bongkar ratoon juga diharapkan membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi pedesaan. Pemkab Bojonegoro menegaskan, aspek lingkungan tetap menjadi perhatian utama. Upaya pelestarian hutan, penanaman pohon, serta kajian dampak lingkungan akan berjalan seiring dengan peningkatan produksi pertanian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *