Lebih jauh, menkeu mengatakan, risiko perlambatan ekonomi dan ketidakpastian pasar keuangan global masih akan berlanjut pada tahun 2024. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini sebesar 2,4 persen. Angka tersebut turun dari proyeksi tahun lalu yang mencapai 2,6 persen.
Perekonomian negara-negara besar juga diramalkan masih akan sulit pada tahun ini. Menkeu mencontohkan Amerika Serikat yang meskipun perekonomiannya tumbuh kuat tahun lalu, masih dihadapkan pada tekanan fiskal, khususnya beban pembayaran bunga utang dan rasio utang pemerintahannya.
“Memasuki tahun 2024, berbagai risiko global tersebut masih harus terus kita cermati, yaitu perkembangan dan kecenderungan pelemahan ekonomi dari sejumlah negara-negara utama dunia juga meningkatnya tensi tekanan geopolitik yang makin eskalatif dan fragmentasi global yang akan juga menciptakan peningkatan tekanan fiskal di berbagai negara,” jelas menkeu.
Pemerintah, ujar Sri Mulyani, masih optimis bahwa pertumbuhan ekonomi nasional masih sesuai dengan asumsi APBN 2024 yakni di kisaran 5,2 persen. Keyakinan tersebut, menurutnya, akan ditopang terutama oleh aktivitas penyelenggaraan pemilu yang diharapkan berdampak positif pada konsumsi masyarakat dan pemerintah, serta berlanjutnya pelaksanaan dan penyelesaian proyek-proyek strategis nasional pada tahun 2024.








