25 Hari Pascabanjir, Aceh Tamiang Belum Pulih: Warga Bertahan Tanpa Air Bersih dan Listrik

  • Whatsapp

Febri menyoroti kondisi jalan penghubung antardesa yang masih dipenuhi lumpur setinggi lutut orang dewasa. Menurutnya, situasi di wilayah kota saja sudah memprihatinkan, apalagi di daerah pedalaman yang belum terjangkau bantuan.

“Ini baru di kota, bagaimana dengan desa-desa yang lebih terpencil? Kami mengajak relawan dari seluruh Indonesia untuk turun tangan membantu,” serunya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, warga masih berjuang di tengah keterbatasan. Irwansyah, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa kendaraan dan barang-barang milik warga masih tertumpuk di lokasi banjir. Rumah-rumah di pinggiran sungai rata dengan tanah, menyisakan puing dan kayu berserakan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *