Sementara itu Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Fadmi Ridwan, mengatakan Pemerintah Provinsi Aceh telah melakukan berbagai upaya mitigasi bencana mulai dari pelatihan dan edukasi terhadap masyarakat.
“Mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi dan dunia usaha perbankan itu melakukan upaya-upaya secara simultan untuk memitigasi risiko. Minimal kalau masuk ke area publik ketika gempa jalur memitigasi diri ikuti rambu dan jangan panik. Kemudian, simulasi-simulasi (mitigasi bencana) disampaikan ke anak sekolah,” katanya.
Kemudian, Pemerintah Aceh juga telah membangun sejumlah infrastruktur yang tahan terhadap gempa dan tsunami hingga pembangunan sistem perlindungan pantai. Lalu, pengembangan sistem peringatan dini untuk mendeteksi potensi bencana juga telah dilakukan Pemerintah Aceh.
Sistem Peringatan Dini Tsunami
Saat ini Aceh telah memiliki Ina-TEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System). Ina-TEWS merupakan sistem peringatan dini tsunami yang komprehensif dan telah menerapkan teknologi baru yang dikenal dengan Decision Support System (DSS). DSS mengumpulkan semua informasi dari hasil sistem pemantauan gempa, simulasi tsunami, pemantauan tsunami, dan deformasi kerak bumi setelah gempa terjadi.
Ina-TEWS juga mampu memberikan peringatan dini tsunami dalam waktu lima menit setelah kejadian gempa bumi. Ada 10 unit Ina-TEWS yang tersebar di wilayah pesisir Aceh. Namun sayangnya, sejumlah Ina-TEWS terlihat tak terawat.
“Persoalannya adalah sarana Ina-TEWS itu umurnya sudah tua. Alat-alat itu sampai saat ini milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Semestinya pemerintah mulai dari daerah hingga provinsi punya konstribusi untuk memelihara alat itu, tapi terbentur dengan hukum tata kelola aset,” ungkap Fadmi.
Fadmi menyatakan Pemerintah Aceh terus berbenah dalam hal kesiapsiagaan dan mitigasi kebencanaan guna meminimalisasi risiko bencana.
“Pemerintah Aceh terus mempersiapkan diri agar ketika sesuatu terjadi kami siap. Minimal bisa benar-benar memanfaatkan golden time saat BMKG merilis stimulus awal bahwa gempa berpotensi tsunami. Masyarakat juga kami edukasi agar mampu melakukan evakuasi mandiri,” tandasnya. [Red]#VOA









