Sementara itu, Koordinator SPPI Kabupaten Kediri, Ahmad Gunawan, belum memberikan penjelasan mengenai penyebab dugaan keracunan tersebut. Menurutnya, proses penanganan dan penyelidikan masih berlangsung.
“Kita belum tahu,” katanya singkat saat dimintai keterangan terkait penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Pihak sekolah berharap hasil uji laboratorium dapat segera diterima sehingga penyebab pasti kejadian tersebut dapat diketahui. Hasil pemeriksaan itu nantinya akan menjadi dasar evaluasi bagi seluruh pihak terkait agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berlangsung lebih aman, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.
Kasus ini juga menambah daftar insiden serupa yang sebelumnya terjadi di sejumlah daerah. Pada beberapa kejadian terdahulu, puluhan hingga ratusan pelajar dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, diare, dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan dari Program MBG. Namun demikian, setiap peristiwa tetap memerlukan investigasi dan hasil pemeriksaan laboratorium agar penyebabnya dapat dipastikan secara ilmiah sebelum ditarik kesimpulan. [Yud]








