“Hari ini pihak SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) sudah kami panggil untuk evaluasi,” ujar Soedjito.
Meski demikian, pihak sekolah belum dapat memastikan penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para siswa. Saat ini, sampel makanan telah dikirim untuk menjalani pemeriksaan laboratorium guna mengetahui apakah keluhan tersebut berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi atau dipengaruhi faktor lain.
Sebagai langkah penanganan, tim dari SPPG, Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri mendatangi SMPN 1 Kras. Mereka melakukan evaluasi menyeluruh, berkoordinasi dengan pihak sekolah, sekaligus menelusuri penyebab insiden yang terjadi.
Selain menggelar rapat koordinasi di ruang kepala sekolah, tim juga meninjau kondisi sejumlah siswa yang sempat mendapatkan penanganan di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).








