“Bantalan sosial seperti ini jadi format yang sangat efektif dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrim di daerah, Supaya tidak jadi jamilah dan sadikin lagi. Sakit sedikit miskin,” tegasnya.
Di Jawa Timur sendiri, angka kemiskinan ekstrim di tahun 2020 sebanyak 4,4 juta orang. Sedangkan hingga september 2023 lalu, prosentasenya sudah turun drastis hingga menyisakan 0,82%.
“Angka kemiskinan ekstrim di Jatim sudah mendekati nol di tahun ini. Mudah-mudahan sesuai dengan target yang diharapkan Presiden Jokowi, Jatim nol persen kemiskinan ekstrim tahun 2024,” harapnya.
Terpisah, Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto berterima kasih kepada Gubernur Jatim yang begitu peduli dengan masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Khususnya warga yang masuk kategori miskin ekstrim.
“Terima kasih atas kepedulian Ibu Gubernur yang berjuang keras untuk bagaimana bisa mengentaskan kemiskinan ekstrim di Jatim, termasuk di Kabupaten Pasuruan sampai nol persen di tahun 2024 mendatang,” ucapnya. [Difo/Red]








