Pada Jumat (25/10), stasiun penyiaran pemerintah Korea Utara, KCNA, memuat pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Kim Jong Gyu, yang tidak mau berkomentar langsung mengenai laporan pengerahan tersebut. Namun, dia mengatakan jika ada hal seperti itu, “Saya pikir itu akan menjadi tindakan yang sesuai dengan perjanjian. peraturan hukum internasional.”
Sementara itu, dalam sebuah wawancara dengan televisi Rusia pada Jumat, Putin mengatakan tentang kemungkinan perundingan gencatan senjata dengan Ukraina, dan mengatakan bahwa Rusia siap untuk melakukan kompromi.
Putin menambahkan bahwa Turki telah menyampaikan sejumlah inisiatif perdamaian kepada Rusia dan Ukraina, tetapi dia mengklaim telah ditolak oleh Ukraina.
Mengenai kemungkinan kompromi, Putin berkata: “Hasil apa pun harus menguntungkan Rusia. … Hasil ini harus didasarkan pada realitas yang terjadi di medan perang. Tanpa ragu, kami tidak akan memberikan konsesi apa pun. Tidak akan ada pertukaran [wilayah], apa pun.” [Red]#VOA
Beberapa informasi untuk laporan ini disediakan oleh The Associated Press, Reuters dan Agence France-Presse








