“Masyarakat Lamongan diimbau untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem, terutama pada sore hingga malam hari. Hujan lebat dan angin kencang disertai petir berpotensi terjadi di wilayah dataran rendah, pesisir, dan persawahan,” ujar Kepala BMKG Juanda, Teguh Triyono, dalam keterangan tertulis, Kamis (26/6).
Cuaca ekstrem ini tentu membawa dampak langsung pada aktivitas pertanian. Beberapa petani bahkan mengaku mulai khawatir dengan intensitas hujan yang masih tinggi, padahal mereka sedang memasuki masa pengolahan lahan.








