Warga Gaza Putus Asa, World Central Kitchen Tangguhkan Operasi pascaserangan Israel

  • Whatsapp
Seorang pria Palestina memeriksa di dekat kendaraan di mana 7 staf World Central Kitchen (WCK), termasuk orang asing, tewas dalam serangan udara Israel di Deir Al-Balah, Jalur Gaza (2/4).

Israel berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh.

Kepala angkatan bersenjata Israel Herzi Halevi menyebut serangan itu sebagai “kesalahan fatal”, akibat adanya “kesalahan identifikasi” pada malam hari. Dalam sebuah pesan video, ia menyampaikan permintaan maaf dari pihaknya atas kerugian yang tidak disengaja terhadap anggota WCK, setelah tewasnya ketujuh staf itu memicu kemarahan internasional.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Alaa Kassab, seorang warga Palestina di Rafah, Gaza selatan, mengungkapkan bahwa ia sedang menunggu kiriman bantuan dari WCK, namun ia diberitahu bahwa operasi badan amal itu dan bantuan yang mereka distribusikan dihentikan pascaserangan hari Senin (1/4).

“Rakyat Palestina sedang dalam kesulitan, dan mereka datang untuk membantu kami, baik orang asing maupun Arab, diserang. Mereka (Israel) tidak ingin bantuan sampai ke rakyat Palestina, mereka ingin membunuh orang-orang, anak-anak, dan bahkan orang asing—yang penting tidak ada bantuan yang sampai ke warga Palestina, inilah yang diinginkan oleh Israel,” ujarnya.

“Dari mana kami mendapatkan bantuan sekarang? World Central Kitchen-lah yang paling banyak memberikan bantuan.”

Sementara itu, Hiyam Mouamer, perempuan asal Palestina mengatakan, “Kami mengimbau kepada seluruh bangsa Arab untuk membela kami dan menyaksikan apa yang telah menimpa rakyat Palestina. Rakyat Palestina dihina, martabat mereka diinjak-injak. Kami tidak lagi memiliki rumah atau apapun… Rakyat Palestina hidup sengsara sejak perang 1948 hingga sekarang.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *