Israel berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh.
Kepala angkatan bersenjata Israel Herzi Halevi menyebut serangan itu sebagai “kesalahan fatal”, akibat adanya “kesalahan identifikasi” pada malam hari. Dalam sebuah pesan video, ia menyampaikan permintaan maaf dari pihaknya atas kerugian yang tidak disengaja terhadap anggota WCK, setelah tewasnya ketujuh staf itu memicu kemarahan internasional.
Alaa Kassab, seorang warga Palestina di Rafah, Gaza selatan, mengungkapkan bahwa ia sedang menunggu kiriman bantuan dari WCK, namun ia diberitahu bahwa operasi badan amal itu dan bantuan yang mereka distribusikan dihentikan pascaserangan hari Senin (1/4).
“Rakyat Palestina sedang dalam kesulitan, dan mereka datang untuk membantu kami, baik orang asing maupun Arab, diserang. Mereka (Israel) tidak ingin bantuan sampai ke rakyat Palestina, mereka ingin membunuh orang-orang, anak-anak, dan bahkan orang asing—yang penting tidak ada bantuan yang sampai ke warga Palestina, inilah yang diinginkan oleh Israel,” ujarnya.
“Dari mana kami mendapatkan bantuan sekarang? World Central Kitchen-lah yang paling banyak memberikan bantuan.”








