Warga Gaza Puji Akhir Hidup Yahya Sinwar: Tetap Lempar Tongkat ke Drone Israel

  • Whatsapp
Yahya Sinwar, pemimpin Hamas Palestina di Jalur Gaza, meletakkan tangannya di dada di atas panggung setelah menyapa para pendukungnya dalam sebuah unjuk rasa pada 24 Mei 2021, di Kota Gaza, Jalur Gaza. (Foto: AP)

“Mereka bilang dia bersembunyi di terowongan, dan menjaga sandera Israel di dekatnya untuk menyelamatkan hidupnya. Kemarin, kami melihat dia memburu tentara Israel di Rafah, tempat pendudukan sudah beroperasi sejak Mei,” kata Rasha, seorang ibu empat anak yang kini mengungsi.

“Begitulah cara para pemimpin bertindak, dengan senapan di tangan. Saya mendukung Sinwar sebagai seorang pemimpin dan hari ini saya bangga padanya sebagai seorang martir,” tambahnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sebuah jajak pendapat pada September menunjukkan mayoritas warga Gaza menganggap serangan 7 Oktober sebagai keputusan yang salah. Semakin banyak warga Palestina pada saat itu yang ragu Sinwar akan melanjutkan perang yang telah membawa penderitaan besar bagi mereka.

Rajab, yang memuji kematian Sinwar sebagai tindakan heroik, mengatakan dia tidak mendukung serangan 7 Oktober, karena percaya bahwa warga Palestina tidak siap untuk berperang habis-habisan dengan Israel. Namun dia mengatakan cara kematiannya “membuat saya bangga sebagai warga Palestina”.

Baik di Gaza maupun di Tepi Barat, orang-orang mempertanyakan apakah kematian Sinwar akan mempercepat akhir perang. Kedua tempat tersebut merupakan tempat Hamas mendapatkan dukungan yang signifikan.

Di Hebron, yang menjadi pusat konflik di Tepi Barat, Ala’a Hashalmoon menyatakan bahwa kematian Sinwar tidak akan menghadirkan pemimpin yang lebih memilih pendekatan damai. “Kesimpulannya, siapa pun yang mati akan digantikan oleh seseorang yang lebih keras kepala,” ujarnya.

Dan di Ramallah, Murad Omar, 54 tahun, memperkirakan tidak banyak yang akan berubah di lapangan. “Perang akan terus berlanjut dan tampaknya tidak akan segera berakhir,” tukasnya. [Red]#VOA