Wamentan Harvick menceritakan, dalam agenda kunjungannya beberapa kali keluar negeri, pengendalian pangan tidak hanya soal teknologi. Namun knowledge dan kemampuan untuk mengintegrasikan satu dengan lain. Misalnya, pemanfaatan kotoran sapi perah (limbah ternak) menjadi biogas untuk mengaliri listrik, tak hanya itu susu ternak sapi tersebut juga mampu dimanfatkan sebagai kebutuhan anak-anak.
Untuk optimalisasi hal tersebut, Wamentan Harvick akan memberikan berbagai bantuan untuk petani Lamongan. “Lamongan sendiri kita tahu bahwa untuk beras dan jagung ini akan surplus. Petani pun juga banyak, kalau yang daerah lain agak lama recoverynya, tapi Lamongan ini lebih cepat. Karena petani juga sudah terbiasa. Jadi banyak sekali bantuan di sini, setelah pilpres (pemilihan presiden) kita coba langsung penetrasinya. Beberapa kegiatan yang bisa diterapkan untuk masyarakat petani, yang terpenting adalah substansinya, nilai tambahnya yang bisa membuat kehidupan petani bisa lebih sejahtera,” imbuh Wamentan Harvick.
Dikatakan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, produksi jagung di Kabupaten Lamongan tahun 2023 mencapai 562.000 ton. Sementara, produksi padi mencapai 1.100.000 ton. Hal ini menempatkan Lamongan sebagai lumbung pangan Jawa Timur maupun nasional. Dengan nilai tukar petani (NTP) mengalami peningkatan dari 114% tahun 2022 naik menjadi 116% di tahun 2023.








