Pemerintah kecamatan sebelumnya telah mengusulkan renovasi rumah tersebut melalui program bantuan RTLH. Namun, Mbah Mesna menolak rumahnya direnovasi karena alasan pribadi dan keterikatan emosional dengan rumah yang telah ia tempati puluhan tahun.
“Kami sangat menghargai keputusan Mbah Mesna, meskipun niat kami hanya ingin memberikan tempat tinggal yang lebih layak dan aman bagi beliau,” ujar Mimik usai sidak.








