Setiap bulan omzetnya mencapai Rp300 juta, di mana usaha ini bermula dari produksi kecil-kecilan, hanya 5 kilogram per hari, tiga tahun silam.
“Awalnya saya produksi cuma 5 kilo, kemudian dengan dibantu Bu Mimik dengan alat produksi maka produksi kami terus berkembang selain itu juga membantu dalam memperoleh pinjaman ke BPR hingga terbangun gudang produksi ini, sementara bahan baku kami dari pabrik pemotongan ayam,” jelasnya.
Kini, kapasitas produksinya telah meningkat drastis hingga 200 kilogram per hari, menjangkau pasar di berbagai daerah, termasuk Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Bangka Belitung. Ia berencana menambah pegawai untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.
“Setelah banyak orang tahu saya disupport Bu Mimik, orderan makin banyak. Saya ajak tetangga-tetangga yang mau bantu, terutama ibu-ibu yang butuh penghasilan tapi tetap bisa momong anak,” tambahnya.
Langkah Pemkab Sidoarjo ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena dianggap mampu memberdayakan ekonomi lokal, terutama perempuan dan warga desa. [Swd]








