Kontroversi itu muncul ketika perang Israel-Hamas memicu ketegangan di masyarakat Inggris. Pawai pro-Palestina di London secara teratur menarik ratusan ribu demonstran yang menyerukan gencatan senjata segera, bahkan ketika para kritikus menggambarkan peristiwa tersebut sebagai “pawai kebencian antisemit.”
Kemarahan tersebut telah meluas ke Parlemen, di mana sejumlah anggota parlemen mengatakan mereka khawatir akan keselamatan mereka setelah menerima ancaman atas posisi mereka dalam konflik di Gaza.
Dalam wawancaranya dengan GB News, Anderson mengkritik tanggapan polisi terhadap demonstrasi pro-Palestina di London, dan menyalahkan Khan.
Anderson mengatakan dia “tidak benar-benar percaya bahwa kelompok Islamis telah menguasai negara kita, tetapi yang saya yakini adalah mereka telah menguasai Khan dan menguasai London.”








