Kepala BPS Tuban, Wicaksono, menambahkan bahwa Desa Cantik bukan program sesaat, melainkan bagian dari sistem statistik nasional berkelanjutan. Standarisasi pengelolaan data dan pembentukan agen statistik desa diharapkan menghasilkan informasi yang akurat. “Melalui program ini, kami berupaya meningkatkan literasi, pemahaman, serta kesadaran perangkat desa dan masyarakat dalam penyelenggaraan statistik,” jelasnya. Data yang valid akan menjadi tulang punggung Sensus Ekonomi 2026 sekaligus memperkuat arah pembangunan.
Kepala Diskominfo SP Tuban, Arif Handoyo, menilai kesiapan tiga desa di Tambakboyo sebagai modal penting. Ia mencontohkan keberhasilan Desa Merkawang yang masuk lima besar nasional Desa Cantik 2025. “Apabila data yang disajikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, maka hal tersebut akan mendukung terwujudnya desa informatif,” katanya. Dengan demikian, desa tidak lagi sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang aktif mengelola informasi untuk kepentingan warganya.








