Wabup Joko menginstruksikan agar pendataan kerusakan dilakukan secara cepat dan terukur. Material bangunan akan segera didistribusikan ke balai desa untuk mendukung perbaikan rumah warga secara bergotong royong. Hasil peninjauan lapangan akan dilaporkan kepada Bupati Tuban sebagai acuan kebijakan rekonstruksi dan pemulihan permukiman.
“Data riil dari lapangan menjadi dasar kita mengambil langkah terbaik untuk mempercepat pemulihan pascabencana,” tegasnya.
Berdasarkan informasi BMKG, potensi hujan deras disertai angin kencang masih mungkin terjadi hingga awal 2026. Wabup Joko meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, sementara BPBD diminta menyusun SOP kebencanaan yang cepat, tepat, dan aplikatif.
Sudarmaji menambahkan, warga diimbau segera melaporkan jika terjadi kejadian bencana agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. [J2]








