“Hingga hari ketujuh pencarian, hasil masih nihil atau korban belum ditemukan,” ujar Laela Nor Aeni. Setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil, pihak keluarga korban sepakat untuk menghentikan proses pencarian.
Peristiwa tenggelamnya Tasam bin Sariman berawal saat korban datang ke Sungai Bengawan Solo sekitar pukul 15.00 WIB pada 21 Januari 2025 untuk mencari kayu hanyut yang akan digunakan sebagai kayu bakar. Namun, saksi melihat korban terbawa arus dan tersangkut di tumpukan kayu. Beberapa warga berusaha menolong dengan melemparkan tali, namun upaya tersebut gagal dan korban akhirnya tenggelam.








