Selain tumpeng utama, sebanyak 31 tumpeng hasil bumi dari masing-masing RT turut diarak. Beragam hasil pertanian, perkebunan, hingga perikanan dipersembahkan dan kemudian dibagikan kepada masyarakat, menambah semarak kebersamaan.
Camat Krian, Nawari, yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo, menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga dalam menjaga tradisi. “Tradisi ini bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata daerah jika terus dikembangkan,” ujarnya.
Kepala Desa Sedengan Mijen, Hasanuddin, menegaskan bahwa sedekah tumpeng tempe merupakan wujud rasa syukur sekaligus sarana mempererat persatuan warga. Ia juga berterima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara. “Ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi tradisi yang memperkuat kebersamaan masyarakat,” katanya.








