TNI: Polisi Militer TNI AD Selidiki Dugaan Penyiksaan Orang Papua

  • Whatsapp

Selain melakukan penyiksaan, ada pula sebagian pelaku yang menyampaikan ujaran bernada kebencian dan rasis.

Tersangka memeragakan saat mengacungkan pistol ke arah korban dalam rekonstruksi pembunuhan empat orang asli Papua oleh sejumlah anggota TNI di Mimika, Papua, 3 September 2022. (Foto: Sevianto Pakiding/AFP)
Tersangka memeragakan saat mengacungkan pistol ke arah korban dalam rekonstruksi pembunuhan empat orang asli Papua oleh sejumlah anggota TNI di Mimika, Papua, 3 September 2022. (Foto: Sevianto Pakiding/AFP)

Video kedua yang berdurasi hampir 30 detik memperlihatkan tindakan-tindakan yang jauh lebih brutal dengan menggunakan pisau tajam sehingga air di dalam drum yang membenam sebagian tubuh korban, berubah menjadi merah.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Korban adalah Orang Asli Papua

Amnesty International Indonesia, yang juga menerima kedua video itu, mengatakan kepada VOA bahwa setelah menelusuri video tersebut dan berbicara dengan beberapa sumber kredibel, diketahui korban adalan orang asli Papua (OAP).

“Tindakan penyiksaan yang beredar dalam video tersebut merupakan bagian dari penyiksaan yang diduga dilakukan oleh anggota TNI dari Kodam III/Siliwangi, Yonif 300 Raider Braja Wijaya terhadap tiga pemuda asli Papua pada tanggal 3 Februari 2024,” kata Amnesty International Indonesia dalampernyataan tertulis yang diterima VOA, Sabtu (23/3).

Pasukan ini diketahui dikirim ke wilayah Puncak, Papua untuk patroli perbatasan. Menurut pemberitaan beberapa media, pasukan ini telah kembali ke markas mereka di Cianjur, Jawa Barat.

“Korban penyiksaan sempat dibawa ke rumah sakit, namun salah seorang di antaranya, yaitu korban yang berada dalam video itu, akhirnya meninggal dunia,” tambah Amnesty.

Seret Pelaku ke Pengadilan

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan tindakan ini jelas tindakan yang kejam dan merendahkan martabat manusia, menginjak-injak perikemanusiaan yang adil dan beradab.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *