Pernyataan tersebut mencerminkan arah kebijakan baru. Bupati tidak sekadar melepas pejabat lama, tetapi juga menegaskan visi besar: menjadikan Tirta Mulia sebagai pemain utama di sektor pelayanan air bersih nasional. Ambisi ini tentu membutuhkan konsolidasi internal, inovasi teknologi, serta penguatan manajemen.
Namun, kondisi perusahaan saat ini masih berada dalam masa transisi. Seluruh kursi direksi kosong, sementara Dewan Pengawas mengambil alih kendali operasional dengan menunjuk Agus Tofit, Sarwo Edy, dan Moh. Sidik sebagai pelaksana tugas. Situasi ini menimbulkan pertanyaan: sejauh mana efektivitas kepemimpinan sementara mampu menjaga stabilitas perusahaan?








