“Inovasi tidak hanya sekedar teknologi, membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah atau sesuatu yang lama menjadi singkat itu termasuk inovasi seperti inovasi papan dolanan aksara Jawa yang memudahkan siswa belajar aksara Jawa,” ucapnya.
Fenny mengatakan perkembangan inovasi di Kabupaten Sidoarjo sangat luar biasa. Seluruh OPD Sidoarjo mampu melahirkan berbagai inovasi. Hal tersebut menjadi bukti kompetensi ASN Sidoarjo dapat diandalkan. Selain itu kerja kolaboratif lintas sektor menjadi kunci mengali inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.
“Terima kasih semuanya, Bappeda, Diknas, Dispenduk Capil tetap semangat melahirkan inovasi demi Kabupaten Sidoarjo yang lebih baik lagi,”ucapnya.
Sementara itu Kepala Disduk Capil Sidoarjo Reddy Kusuma mengatakan inovasi Duta Hatiku merupakan inovasi jemput bola pelayanan dokumen kependudukan dilokasi bencana atau musibah. Inovasi tersebut untuk memudahkan korban memperoleh kembali dokumen kependudukan yang hilang tanpa harus datang ke kantornya. Layanan tersebut mampu menerbitkan empat hingga 16 dokumen kependudukan dalam satu kali penerbitan.








