“Alhamdulillah, pengecatan ini saya biayai dari kantong pribadi. Tidak menggunakan anggaran apa pun. Harapan saya sederhana, jembatan menjadi lebih awet dan lingkungan desa tampak lebih indah,” katanya.
Menurut Joko, pembangunan desa bukan hanya soal membangun infrastruktur baru, tetapi juga menjaga aset yang telah ada agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang. Perawatan yang dilakukan secara berkala dinilai mampu memperpanjang usia bangunan sekaligus menghemat biaya rehabilitasi di masa mendatang.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga berbagai fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah desa. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, tetapi juga membutuhkan kepedulian seluruh warga.








