Suvei Indikator Politik Indonesia: Popularitas Dedi Mulyadi Unggul Jauh di Pilkada Jabar

  • Whatsapp
Dedi Mulyadi, calon kuat Gubernur Jawa Barat (foto: dok).

“Antara lain partai Gerindra dan Partai Golkar, ini kan salah satu lumbung suara itu di Jawa Barat, dan kita bisa sama-sama tahu bahwa pemilih Prabowo itu juga signifikan sekali akan menyumbang suara (bagi) pasangan ini, sehingga tentu ini akan menjadi keuntungan politik bagi Dedi Mulyadi dan Erwan,” kata Gun Gun Heryanto.

Gun Gun Heryanto berpandangan di waktu yang tersisa hingga masa kampanye ada beberapa hal yang menentukan naik turunnya dukungan bagi ke empat pasangan tersebut yaitu pemasaran politik di media mainstream dan media sosial, serta komunikasi politik equalitarian yang menyentuh langsung masyarakat.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Ingat Jawa Barat adalah wilayah dengan sebaran desa lebih banyak dan itu meskipun tidak jauh dari Jakarta tetapi wilayah-wilayah yang pelosoknya luar biasa sehingga kemudian salah satu kerja dengan gaya komunikasi equalitarian menjadi kunci juga,” jelas Gun Gun.

Ia juga mengatakan, tim pemenangan di desa-desa perlu membangun narasi-narasi yang mengikat basis pemilih dengan mengangkat isu-isu sederhana seperti distribusi pupuk dan beras.

“Ini yang menurut saya menjadi penting dalam konteks mengatasi problem-problem sederhana di wilayah-wilayah pedesaan selain juga tentu di wilayah perkotaan… Saya merasakan bahwa proses bekerjanya mesin partai dan tim pemenangan di level bawah itu akan menjadi pembeda,” papar Gun Gun.

Menurut Survei Indikator, pergeseran dukungan bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam pilkada Jawa Barat masih mungkin terjadi, hampir 70 persen warga Jawa Barat mengakui pilihannya akan ditentukan sejak masa kampanye hingga hari pemilihan mendatang. Seberapa besar pergeseran yang akan terjadi, sangat tergantung dari kemampuan masing-masing pasangan calon dan tim dalam menjangkau pemilih. [Red]#VOA