Menurut Wakil Bupati Pemalang itu, proses investigasi diperkirakan berlangsung dua hingga tiga hari. Sampel makanan telah dikirim ke laboratorium untuk memastikan penyebab dugaan keracunan. Ia menambahkan, evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap seluruh SPPG. “Kalau ada dapur yang tidak sesuai SOP, kami tidak segan menutupnya,” tegasnya.
Namun, penelusuran tim MDN di lapangan menemukan bahwa SPPG Bumirejo tetap mendistribusikan menu rapel untuk empat hari ke depan pada Sabtu (14/3/2026). Fakta ini memicu reaksi keras dari warga. “Bagaimana kalau terjadi lagi? Anak-anak kita yang jadi korban,” ungkap seorang ibu rumah tangga.








