Pelatihan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Hal ini sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai ruang aman dan tangguh terhadap bencana.
Koordinator SPAB SRPB Jawa Timur, Dini Prastyo Wijayanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mewujudkan satuan pendidikan yang siap mengurangi risiko bencana. “Peserta didik seringkali menjadi korban terbanyak saat bencana terjadi di lingkungan pendidikan. Karena itu, sosialisasi SPAB menjadi konsen penting agar sekolah formal maupun nonformal lebih siap menghadapi situasi darurat,” jelasnya.








