“Inovasi ini bernama Smart Plant Hydrator. “Smart” menunjukkan bahwa alat ini memiliki fitur otomatis dan berbasis teknologi, sedangkan “Plant Hydrator” mengacu pada fungsinya sebagai penyiram tanaman. Semoga inovasi ini dapat bermanfaat dan menginspirasi para pelajar lainnya untuk terus berkarya,” jelas Hibatun Wafiroh, Kepala SMPN 2 Kedungpring.
SPH dilengkapi dengan LCD (Liquid Crystal Display) yang berfungsi menampilkan nilai kelembaban tanah berdasarkan Ph tanah. Sensor kelembaban tanah mengirim signal elektonik ke Microcontroler Arduino untuk menggerakkan sistem pompa air, agar dapat melakukan penyiraman otomatis ke tanaman.








