“Para pihak yang berkonflik wajib memastikan mereka tidak menyerang target sipil,” ujar Harneis kepada wartawan. “Kami tidak perlu membuktikan bahwa kami adalah warga sipil. Justru mereka yang harus membuktikan bahwa target mereka adalah sasaran militer. Bandara Sanaa sendiri telah berhenti menjadi target militer sejak 2016.”
PBB menyatakan bahwa lebih dari setengah penduduk Yaman, sekitar 18 juta orang, membutuhkan bantuan kemanusiaan. Harneis mengungkapkan kepada wartawan bahwa jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 19 juta tahun depan akibat memburuknya kondisi ekonomi di negara tersebut.
Ia juga menyatakan bahwa serangan udara di Pelabuhan Hodeidah sangat memprihatinkan, mengingat pelabuhan tersebut “sangat vital” karena Yaman mengimpor sekitar 80 persen bahan pangannya melalui pelabuhan itu.
“Itu adalah fasilitas sipil, tidak diragukan lagi, dan PBB berupaya untuk memastikan bahwa dan setiap kerusakan yang terjadi di sana akan menyebabkan penderitaan besar bagi warga Yaman,” kata Harneis. [Red]#VOA








