“Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pengabdian mahasiswa UNISLA di Desa Tawangrejo. Kami sangat mendukung program pemasangan sumur biopori ini. Kami berharap peserta KKN mampu mengaplikasikan ilmunya di tengah masyarakat, sehingga output-nya benar-benar bisa dirasakan oleh orang banyak,” ujar Masbukhin.
Secara teknis, sumur biopori yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN 01 UNISLA ini berupa lubang silindris vertikal dengan kedalaman 80 hingga 100 sentimeter yang nantinya diisi dengan sampah organik. Metode ini memiliki multi-manfaat, mulai dari meningkatkan daya resapan air untuk mencegah banjir, mengurangi volume sampah dapur, hingga menyuburkan tanah melalui kompos yang dihasilkan. Selain itu, biopori juga efektif menjaga cadangan air tanah demi mengantisipasi kekeringan saat musim kemarau.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Ir. Wahyuni, menegaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk mendukung kelestarian lingkungan berkelanjutan di tingkat desa. Ia juga berharap sinergi antara akademisi dan pemerintah desa dapat terus terjaga.
“Program unggulan biopori ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan lingkungan hidup dan konservasi air di Desa Tawangrejo. Kehadiran seluruh elemen pemdes hari ini adalah bentuk dukungan luar biasa bagi kami. Kami berharap bisa terus bersinergi dalam menstimulasi pemberdayaan masyarakat ke depan,” pungkas Dr. Wahyuni. [Bed]








