SIDOARJO | DN – Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup. Salah satu langkah konkret yang terus didorong adalah memperkuat budaya menanam pohon sebagai investasi masa depan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Wabup Mimik saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang dipusatkan di Parkir Timur GOR Sidoarjo, Jumat (17/7/2026).
Menurut Mimik, menanam pohon adalah langkah sederhana namun memiliki dampak luar biasa dalam menjaga ekosistem serta menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.
“Pohon yang kita tanam hari ini akan memberikan manfaat besar bagi anak cucu kita kelak. Karena itu, menjaga kelestarian alam ini harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Mimik di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, gerakan penghijauan berbasis partisipasi masyarakat ini sangat selaras dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, yakni Sidoarjo ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Guna menyukseskan program tersebut, Pemkab Sidoarjo juga mewajibkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terlibat aktif. Salah satunya melalui aksi nyata menanam ribuan pohon pucuk merah di berbagai sudut kota, taman, hingga sempadan jalan yang membutuhkan penghijauan.
Di lokasi yang sama, Ketua Srikandi DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Arumi Bachsin, menjelaskan bahwa dalam aksi lingkungan kali ini, pihaknya telah menyiapkan 600 bibit pohon. Sebagian bibit ditanam langsung di area sekitar, sementara sebagian lainnya dibagikan kepada warga untuk ditanam di pekarangan rumah masing-masing.
Arumi menyebut aksi ini merupakan bagian dari gerakan nasional untuk membumikan program Langit Biru.
“Ini adalah inisiatif nasional yang bertujuan mengendalikan pencemaran udara serta mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan bersih. Di Sidoarjo, aksi nyata tersebut kita wujudkan lewat penanaman bibit pohon ini,” terang istri Emil Dardak tersebut.
Arumi berharap komitmen menjaga kelestarian alam ini tidak mandek pada kegiatan seremonial semata, melainkan terus tumbuh menjadi kesadaran kolektif yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
“Semoga ini bisa menjadi budaya bersama demi mewujudkan lingkungan Sidoarjo yang jauh lebih hijau dan sehat,” pungkasnya. [SWD]








