Sementara itu, Plt. Kalaksa BPBD Sidoarjo, Sabino Mariano, mengungkapkan bahwa tim BPBD bersama instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan, PU Bina Marga, dan Dinas Sosial, telah diterjunkan untuk menangani banjir. “Kami akan membuka Posko Mitigasi yang sekaligus menyediakan layanan kesehatan bagi warga terdampak,” jelasnya.
Banjir yang mulai terjadi sejak 11 Mei telah menyebabkan ketinggian air mencapai 40 cm di beberapa titik. Sebagai langkah penanganan darurat, dua unit pompa portable dikerahkan dan tanggul taktis (kisdam) mulai dibangun guna mempercepat penyusutan air.
Diharapkan dengan upaya yang dilakukan, genangan air segera surut sehingga warga dapat kembali beraktivitas secara normal. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berkomitmen untuk menangani dampak banjir dan mencari solusi jangka panjang guna mencegah kejadian serupa di masa depan. [Swd]








