Adapun untuk komoditas cabai rawit, harga saat ini berada di kisaran Rp69.000 per kilogram. AKP Joshua menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh faktor anomali cuaca dengan curah hujan tinggi yang terjadi pada bulan November hingga Januari. Kondisi tersebut menyebabkan banyak tanaman cabai di dataran rendah tergenang air selama lebih dari 1×24 jam sehingga mengalami kerusakan.
“Selain faktor cuaca, pada bulan Desember dan Januari juga terjadi serangan hama lalat buah serta jamur dengan tingkat serangan mencapai sekitar 35 persen. Akibatnya, produktivitas tanaman cabai menurun dan pasokan berkurang,” jelasnya.
Ia memprediksi harga cabai masih berpotensi fluktuatif hingga bulan Ramadan. Namun, pada bulan Mei dan Juni mendatang, harga cabai diperkirakan akan mengalami penurunan karena sekitar 14.000 hektare lahan cabai di wilayah Jawa Timur akan memasuki masa panen.
“Untuk cabai di dataran tinggi, waktu tanam dan panennya tidak bisa dijadwalkan secara pasti karena sangat bergantung pada kondisi cuaca,” pungkas AKP Joshua.








