“Sejak dulu pembangunan trotoar dan saluran drainase ukurannya sama, hanya satu meter. Seharusnya diperlebar agar genangan air di jalan protokol cepat surut,” tegasnya.
Selama proses pembongkaran hingga pembangunan berlangsung, keluhan masyarakat terus berdatangan. Wahono mengaku hampir setiap hari menerima telepon dari warga yang menilai proyek belum memberikan dampak nyata terhadap pengurangan banjir.
“Hampir semua warga kota menyampaikan hal sama, bahwa pembangunan ini belum bisa menyelesaikan banjir,” tuturnya.








