Ketakutan Haerudin membuatnya ragu untuk memblow up ke media, lantaran takut kalau istrinya dipindah.
“Tinggal 4 tahun istri saya pensiun, Dr. Arvika ini merasa orangtuanya punya power, satunya anggota dewan Ngawi satunya kades di kecamatan Kedunggalar sana, ” Ungkap Haerudin.
Menanggapi hal itu, Dr. Arvika menampik ia melakukan hal tersebut, “Saya memang sering marah ke anak buah tapi saya lakukan ini karena saya tegas kepada bawahan saya ingin semuanya baik, masak saya mendisiplinkan anak buah dikira saya arogan, ” Sanggah Dr. Arvika Kapus Ngawi kota. Senin(3/3/25)
Ia juga membenarkan soal pena yang berbicara, “Maksud saya itu jangan sampe saya membubuhkan pena saya, pena ini yang berbicara saya beri SP sesuai regulasi maksudnya gitu, ” Kata Dr. Arvika.








