“Tetaplah fokus pada apa yang membuat keresahan. Orang-orang sekarang resah karena mereka tidak bisa membayar tagihan mereka. Mereka resah karena merasa tidak aman di rumah atau lingkungan mereka. Hal-hal itulah yang akan mendorong mereka memilih Trump bulan November mendatang,” sebut Sununu.
“Saya pikir, apa yang orang katakan sekarang adalah kita akhirnya bisa berbicara tentang pilihan yang dihadapi masyarakat dalam pemilu ini, bahwa publik melihat bukan hanya demokrasi saja yang dipertaruhkan. Tapi juga, fakta mengenai nilai-nilai dasar, bagaimana kita berpikir tentang kebebasan ekonomi, sedang dipertaruhkan,” jelas Moore.
Profesor ilmu politik June Speakman, yang juga seorang legislator negara bagian Rhode Island, mengatakan bahwa para kandidat biasanya memilih pasangan yang bisa menyeimbangkan pasangannya.
“Secara geografis sering kali demikian. Dia berasal dari Pantai Barat. Jadi, mari kita pilih seseorang dari wilayah Midwest yang bisa memberikan suara yang mungkin tidak akan dia dapatkan. Trump menyeimbangkan pencalonannya dengan seseorang yang jauh lebih muda darinya,” jelas Speakman.
Harris memiliki jadwal yang padat selama satu minggu ke depan, dengan salah satunya berkampanye di Atlanta, Georgia. Sementara Trump akan mengadakan kampanye di Pennsylvania, Nevada, dan Arizona dalam beberapa hari mendatang, menurut situs kampanye mereka. [Red]#VOA








