Menurut laporan dari saluran TV pemerintah Iran berbahasa Arab Al-Alam dan stasiun TV Pan-Arab Al-Mayadeen, serangan itu menewaskan penasihat militer Iran, Jenderal Ali Reza Zahdi, yang memimpin Pasukan elit Quds di Lebanon dan Suriah hingga tahun 2016,
Duta Besar Iran Untuk Suriah Hossein Akbari mengecam Israel dan melaporkan sedikitnya tujuh orang tewas dalam serangan itu. Tim penyelamat masih menyisir reruntuhan bangunan untuk mencari jasad-jasad korban lainnya. Ditambahkannya, dua petugas keamanan yang bertugas di gedung itu luka-luka. Dia berjanji akan membalas serangan tersebut dan menjanjikan tanggapan yang sama kerasnya.
Charles Lister, yang mengepalai program Suriah di lembaga think tank Middle East Institute yang berbasis di Washington, menyebut serangan itu sebagai eskalasi yang signifikan. Serangan itu pasti akan memicu serangan balasan, tulisnya di platform media sosial X.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani meminta masyarakat internasional untuk mengecam serangan tersebut. Menurut televisi pemerintah Iran, kediaman duta besar Iran terletak di kompleks konsuler yang berdekatan dengan kedutaan. Gedung utama kedutaan masih utuh.
Kantor berita pemerintah Iran SANA melaporkan gedung-gedung di lingkungan Mazzeh yang dijaga ketat juga telah hancur.
Serangan udara semacam ini telah mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir, seiring dengan eskalasi konflik antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza, serta ketegangan yang sedang berlangsung antara militer Israel dan Hizbullah di perbatasan Lebanon-Israel.
Israel, yang telah berulang kali menyerang sasaran-sasaran Iran dalam perang enam bulan di Gaza, menolak mengomentari insiden tersebut, praktik yang biasa mereka lakukan.








