Serangan Udara Israel Hancurkan Konsulat Iran di Damaskus, Sedikitnya 7 Tewas

  • Whatsapp
Petugas darurat bekerja di gedung yang hancur akibat serangan udara di Damaskus, Suriah, Senin, 1 April 2024. Serangan udara Israel menghancurkan bagian konsuler kedutaan Iran di Damaskus.

Menurut laporan dari saluran TV pemerintah Iran berbahasa Arab Al-Alam dan stasiun TV Pan-Arab Al-Mayadeen, serangan itu menewaskan penasihat militer Iran, Jenderal Ali Reza Zahdi, yang memimpin Pasukan elit Quds di Lebanon dan Suriah hingga tahun 2016,

Duta Besar Iran Untuk Suriah Hossein Akbari mengecam Israel dan melaporkan sedikitnya tujuh orang tewas dalam serangan itu. Tim penyelamat masih menyisir reruntuhan bangunan untuk mencari jasad-jasad korban lainnya. Ditambahkannya, dua petugas keamanan yang bertugas di gedung itu luka-luka. Dia berjanji akan membalas serangan tersebut dan menjanjikan tanggapan yang sama kerasnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Charles Lister, yang mengepalai program Suriah di lembaga think tank Middle East Institute yang berbasis di Washington, menyebut serangan itu sebagai eskalasi yang signifikan. Serangan itu pasti akan memicu serangan balasan, tulisnya di platform media sosial X.

Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Mekdad, mengatakan beberapa orang telah tewas dalam serangan tersebut. Dalam pembicaraan telpon dengan mitranya di Iran, Mekdad mengutuk Israel.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani meminta masyarakat internasional untuk mengecam serangan tersebut. Menurut televisi pemerintah Iran, kediaman duta besar Iran terletak di kompleks konsuler yang berdekatan dengan kedutaan. Gedung utama kedutaan masih utuh.

Kantor berita pemerintah Iran SANA melaporkan gedung-gedung di lingkungan Mazzeh yang dijaga ketat juga telah hancur.

Dalam beberapa tahun terakhir, Israel telah melancarkan ratusan serangan terhadap target di wilayah Suriah yang dikuasai oleh pemerintah.

Serangan udara semacam ini telah mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir, seiring dengan eskalasi konflik antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza, serta ketegangan yang sedang berlangsung antara militer Israel dan Hizbullah di perbatasan Lebanon-Israel.

Israel, yang telah berulang kali menyerang sasaran-sasaran Iran dalam perang enam bulan di Gaza, menolak mengomentari insiden tersebut, praktik yang biasa mereka lakukan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *