Mereka tinggal di kota selatan Hasbaya ketika kota itu diserang sekitar pukul 03.00 dini hari. Kota yang dihuni oleh umat Muslim dan Kristen tersebut, sebelumnya tidak pernah menjadi sasaran.
Serangan tersebut merupakan serangan Israel paling mematikan terhadap media di Lebanon sejak terjadinya permusuhan antara Israel dan Hizbullah lebih dari setahun lalu, yang dipicu oleh konflik di Gaza.
Israel tidak berkomentar langsung, tetapi secara umum membantah menarget jurnalis dengan sengaja.
Kejahatan Perang
Lima jurnalis tewas dalam serangan Israel sebelumnya saat meliput konflik di Lebanon, termasuk jurnalis visual Reuters, Issam Abdallah, pada 13 Oktober 2023. Empat jurnalis lainnya juga tewas di rumah mereka pada bulan lalu, menurut Yayasan Samir Kassir, sebuah organisasi yang memperjuangkan kebebasan pers.
“Ini adalah kejahatan perang,” kata Menteri Informasi Lebanon Ziad Makary. Setidaknya 18 jurnalis dari enam media, termasuk Sky News, Al-Jazeera, dan penyiar Lebanon, menggunakan wisma tamu tersebut.
“Kami mendengar pesawat terbang sangat rendah – itulah yang membangunkan kami – dan kemudian kami mendengar [ledakan] dua rudal,” kata Muhammad Farhat, reporter dari media Lebanon Al-Jadeed, kepada Reuters.









