“Apa yang awalnya merupakan hari pelatihan berubah menjadi hari [tanggap darurat] sebenarnya,” ungkapnya.
Tim penyelidik meyakini pelaku menggunakan pistol 9mm, kata seorang pejabat penegak hukum kepada kantor berita Associated Press. Pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang membahas penyelidikan yang tengah berlangsung.
“Saya tidak tahu apakah sekolah memiliki detektor logam dan seharusnya sekolah-sekolah tidak memiliki detektor logam,” kata Barnes. [Red]#VOA








