Sentuh 500 KK Hingga Targetkan 100 Sumur Bor, Kodam IV/Diponegoro Gembleng Infrastruktur Kerakyatan di Pati

  • Whatsapp

PATI | DN – Akselerasi pembangunan infrastruktur kerakyatan terus digembleng Kodam IV/Diponegoro di wilayah Jawa Tengah. Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., turun langsung meninjau progres pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih di Desa Kayen sekaligus meresmikan fasilitas sumur bor di Desa Tanjungsekar, Kecamatan Puncakwangi, Kabupaten Pati, Rabu (2/9/2026).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan proyek strategis pendukung mobilitas warga serta pemenuhan kebutuhan air bersih di daerah rawan kekeringan berjalan optimal dan sesuai standar keamanan tinggi.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Saat tiba di lokasi pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih Desa Kayen, Pangdam disambut hangat oleh warga dan para pelajar. Peninjauan difokuskan pada ketepatan spesifikasi teknis dan ketahanan struktur agar jembatan yang menghubungkan akses vital warga tersebut aman digunakan dalam jangka panjang.

“Pengecekan sejak dini sangat krusial. Kami ingin memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai standar konstruksi yang berlaku. Kita tidak boleh membiarkan ada masalah teknis muncul setelah jembatan selesai dibangun,” tegas Mayjen TNI Achiruddin di sela-sela peninjauan.

Jembatan gantung yang masuk dalam program prioritas Presiden RI ini diproyeksikan menjadi urat nadi mobilitas bagi sedikitnya 500 kepala keluarga. Keberadaannya memangkas jarak tempuh anak-anak menuju sekolah serta mempermudah akses petani memobilisasi hasil pertanian.

Usai membedah kelayakan jembatan di Kayen, rombongan bergerak menuju Desa Tanjungsekar, Kecamatan Puncakwangi. Wilayah yang kerap dilanda krisis air bersih saat musim kemarau ini kini resmi memiliki sumur bor berkedalaman 80 meter hasil garapan Kodim 0718/Pati.

Fasilitas penunjang berupa penampungan air berkapasitas 5.000 liter telah disyiapkan untuk memenuhi kebutuhan harian warga, mulai dari konsumsi hingga keperluan rumah tangga.

“Kami merespons cepat keluhan masyarakat terkait krisis air bersih akibat kemarau. Alhamdulillah, debit air yang keluar sangat baik dan layak konsumsi. Ini bentuk hadirnya TNI di tengah kesulitan rakyat,” ujar Pangdam.

Pangdam menambahkan, program penyediaan air bersih ini tidak berhenti di Tanjungsekar. Saat ini dua titik sumur bor telah beroperasi di Pati, dengan dua titik tambahan yang segera menyulut pengerjaannya. Secara bertahap, Kodam IV/Diponegoro menargetkan pembangunan hingga 100 titik sumur bor di berbagai wilayah krisis air di Jawa Tengah.

Sebagai penutup rangkaian kunjungan kerja, Pangdam IV/Diponegoro turut membagikan paket sembako secara langsung kepada warga setempat guna meringankan beban ekonomi masyarakat. [SIS]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *