Subqi, Ketua Pelaksana Bakti Sosial Gudang Serigala, menegaskan bahwa komunitas mereka tidak seperti stigma negatif yang kerap muncul. “Kami bukanlah berandalan atau gengster. Dengan niat tulus dan luhur, kami berusaha membawa kebaikan. Satu paket lampu yang kami bagikan lebih berarti daripada ribuan kata tanpa tindakan. Tetaplah berbuat baik kepada siapapun,” ujar Subqi.
Ahmad, pembina Gudang Serigala, menjelaskan filosofi nama “Serigala” yang diambil dari sifat-sifat mulianya. Berdasarkan pandangan Rick McIntyre, seorang naturalis dan penulis buku tentang perilaku serigala di Yellowstone National Park, serigala menunjukkan tingkat pengasuhan dan kerja sama yang tinggi. “Serigala tua berburu makanan dan membawanya kembali untuk anak-anak serta anggota kawanan yang lemah. Hal ini mencerminkan kepedulian dan tanggung jawab yang besar,” ungkap Ahmad.








