Sebagian Besar Warga Pulau Galang Tolak Tampung Pengungsi Rohingya

  • Whatsapp
Eks kamp Vietnam di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, yang diwacanakan menjadi tempat penampungan pengungsi Rohingya. (VOA/Anugrah Andriansyah)
“Kami di sini belum ada koordinasi dari pemerintah pusat, kenapa tiba-tiba direkomendasikan ke sini. Tanggapan saya ya jelas, tidak terima,” ujar Gunawan.

Gunawan mengatakan apabila terealisasi, penempatan pengungsi Rohingya di Pulau Galang berpotensi menimbulkan kericuhan.

“Kita tidak tahu ke depannya bagaimana, cuma kalau saya lihat dari berita-beritanya jelas kami tidak setuju nanti bakal terjadi keributan di sini. Sementara kami yang di Rempang-Galang kami mau digeser, kenapa orang itu mau dimasukkan. Pasti bakal jadi konflik, masalahnya kami yang di tempat ini mau dipindahkan. Orang (Rohingya) itu mau dimasukkan. Pasti ada (kekhawatiran) bakal ribut,” katanya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ia sendiri menyarankan pemerintah untuk memikirkan ulang wacana penempatan pengungsi Rohingya itu.

“Kalau bisa dipikirkan lagi soalnya kita tahu masalah Rempang-Galang belum selesai. Datang lagi masalah baru nanti pasti bakal ricuh. Kalau bisa dipikirkan lagi sama pemerintah. Kalau ditanya ke kota pasti setuju. Bagaimana kami yang di sini?,” tandas Gunawan.

Hal senada juga disampaikan Dewi Purwanti.

“Kami sempat baca berita dan mendengar isu-isunya seperti itu. Kami sebagai warga menolak karena pasti banyak dampak ke kita juga. Di Aceh saja masyarakat sudah mulai resah karena mereka yang ditempatkan di situ, apalagi kami,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan wacana penempatan pengungsi Rohingya di Pulau Galang telah dibahas saat rapat dengan Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (Forkopimda).

“Pemkot Batam menunggu arahan dari pemerintah pusat,” katanya saat ditemui VOA, Kamis (21/12).

Jembatan Barelang yang menghubungkan Kota Batam dengan Pulau Rempang dan Pulau Galang di Provinsi Kepulauan Riau, 22 Desember 2023. (VOA/Ahadian Utama)
Jembatan Barelang yang menghubungkan Kota Batam dengan Pulau Rempang dan Pulau Galang di Provinsi Kepulauan Riau, 22 Desember 2023. (VOA/Ahadian Utama)
Rudy menjelaskan, Pemkot Batam siap mendukung apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat soal penempatan pengungsi Rohingya di Pulau Galang.

“Kalau itu sudah ada kami akan melakukan koordinasi dengan setiap lini yang berkaitan dengan pengungsi itu baik dari Forkopimda, kecamatan setempat, dan masyarakat yang ada di sana. Kami akan menyesuaikan apa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat,” jelasnya.

Berdasarkan data dari Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) jumlah pengungsi Rohingya yang masuk ke Provinsi Aceh pada 2023 mencapai 1.684 orang dan tersebar di beberapa titik, yaitu Sabang, Banda Aceh, Pidie, dan Lhokseumawe. [Red]#VOA