Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan para perangkat desa untuk meminta penjelasan terkait aturan dan mekanisme keselamatan transportasi yang kerap menjadi pertanyaan di masyarakat.
Kapolres Ngawi AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan bahwa upaya preemtif melalui edukasi berbasis komunitas adalah langkah yang sangat efektif untuk menurunkan angka kecelakaan.
“Kami melihat bahwa kecelakaan lalu lintas tidak hanya disebabkan oleh faktor teknis, tetapi juga karena rendahnya kepatuhan terhadap aturan. Melibatkan aparatur kecamatan dan desa menjadi kunci agar pesan keselamatan dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan lebih cepat,” ujarnya.
Beliau menegaskan bahwa pihaknya ingin membangun kesadaran masyarakat dari tingkat paling dasar.








