Kiai Aslim Akmal memberikan sambutan dan menceritakan tentang KH R Asnawi tetap menjaga tradisi Jawa. Semisal anak-anak KH R Asnawi tetap memanggil Bapak dan Ibu alih-alih diganti Abi atau Umi. Kiai Aslim juga pernah menulis kisah persahabatan KH R Asnawi dengan KH Manshoer dalam buku Kiai Mas Ngabehi, Kisah Hikmah Kiai Pantura karya Gus Mohammad Mujab, KH Ulil Abshar Abdalla dan Gus Muhajir Ms.
Dalam sarasehan ini Gus Asrul Sani dan Yahya Muhammad juga menyinggung banyak pasal berdirinya NU. Ia mnyertakan beragam manuskrip lawas dan mengkritisi sejarah NU saat ini yang kurang lengkap. Mereka menandaskan bahwa hadirnya NU bukan tiba-tiba ada. Proses dan perjalanan panjang perjuangan para Kiai, termasuk para kiai yang mukim di Hijaz.
Terlebih pada masa itu, perang ideologi sangat kentara dari Wahabi, Islam modernis, Ahmadiyah, Sekuler, Sosialis, Khalifah dan lain sebagainya. Faham-faham tersebut dianggap tidak sesuai dengan khasanah Hindia-Belanda yang nantinya resmi bernama Indonesia tahun 1945. Para kiai pun melakukan mobilisasi dan pencarian fakta untuk menentukan arah ideologi cikal bakal bangsa Indonesia. Alhasil, pencarian ideologi tersebut dimasukkan ke dalam organisasi NU.








