RPJMD 2025-2029 mencakup 29 indikator sasaran yang menjadi fokus utama pembangunan, seperti peningkatan kunjungan wisatawan, pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan, serta peningkatan realisasi investasi.
“Sebanyak 25 indikator merupakan keberlanjutan dari RPJMD periode sebelumnya, sementara empat di antaranya berintegrasi langsung dengan program nasional,” terang Pak Yes.
Selain itu, sejumlah isu strategis menjadi perhatian dalam penyusunan RPJMD ini, seperti transformasi ekonomi berbasis hilirisasi sektor unggulan, penguatan infrastruktur pendukung, peningkatan kesejahteraan melalui pemberdayaan ekonomi desa, reformasi birokrasi yang berorientasi layanan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.








