SIDOARJO | DN – Upaya penanganan penyakit menular paru terus diperketat hingga ke tingkat pedesaan. Puskesmas (PKM) Kepadangan berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Kebaron menggelar pemeriksaan fisik gratis sekaligus pemindaian (screening) Tuberkulosis (TB) bagi masyarakat setempat di Balai Desa Kebaron, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (26/8/2026).
Langkah pelayanan proaktif ini mendapat respons positif dari warga lokal. Sejak pagi hari, sebanyak 100 penduduk Desa Kebaron mendatangi lokasi acara untuk berkonsultasi dan memeriksakan kondisi fisik mereka tanpa dikenakan biaya.
Dalam kegiatan tersebut, dr. Puanita hadir sebagai pemateri utama yang memimpin proses pemeriksaan medis dan screening TB. Tak hanya berfokus pada pemeriksaan fisik, ia juga memaparkan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna menekan potensi penyebaran penyakit menular di pemukiman warga. Screening TB difokuskan untuk melacak indikasi awal gangguan paru-paru agar pasien teridentifikasi bisa segera mendapatkan intervensi medis yang tepat.
Langkah preventif ini dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Kebaron, jajaran perangkat desa, bidan desa, serta puluhan kader kesehatan desa. Pemdes Kebaron mengapresiasi tinggi respons cepat tim medis PKM Kepadangan yang dinilai mampu memangkas kendala jarak dan biaya bagi masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan primer.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh para peserta, salah satunya Buari (65). Warga lansia ini mengaku bersyukur bisa mengecek kondisi fisiknya tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi dan penanganan.
“Saya sangat berterima kasih kepada Puskesmas Kepadangan, dokter, dan pihak desa. Di usia seperti saya ini, cek kesehatan gratis sangat membantu untuk mengetahui kondisi tubuh tanpa perlu jauh-jauh keluar biaya. Harapannya acara seperti ini bisa terus rutin diadakan,” tutur Buari.
Melalui sinergi berkesinambungan ini, PKM Kepadangan dan Pemdes Kebaron optimistis tingkat kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini TB dan pola hidup sehat dapat terus meningkat demi mewujudkan ketahanan kesehatan desa secara mandiri. [SWD]








