“Saya mengimbau kepada kita semuanya mari kita melakukan salat gaib di manapun juga kita berada sebagai wujud keprihatinan kita atas kekejaman yang telah dilakukan kelompok Zionis Israel ini,” ujarnya.
Duta Besar Palestina Untuk Indonesia Zuhair al-Shun sangat berterima kasih atas insiatif salat gaib tersebut. Dia meyakini Haniyeh bukanlah korban kekejaman Israel yang terakhir karena membunuh warga Palestina adalah kebijakan Israel.
“Jadi presiden kami, pemimpin kami mengecam semua agresi dan pembunuhan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina di manapun,” ujarnya seraya mengatakan Haniyeh adalah pemimpin nasional Palestina yang berjuang untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina.
Sementara Duta Besar Iran Untuk Indonesia Mohammad Bouroujerdi mengatakan pihak masih menyelidiki kasus pembunuhan Haniyeh, yang terjadi di ibu kota Teheran, sehari setelah tokoh yang disebutnya sebagai “tamu khusus” itu menghadiri pelantikan presiden baru Iran, Masoud Pezeshkian.
“Kami akan membalas, kami tidak akan berhenti, kami tidak akan diam atas pelanggaran kedaulatan Iran. Di Iran, serangan balasan akan diputuskan oleh pihak berwenang, pemimpin, bagaimana kami akan membalas. Kalian akan menyaksikan kami akan menghukum penjajah (Israel),” tuturnya.
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama mantan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin dan Duta Besar RI Untuk Qatar Ridwan Hassan ikut menghadiri langsung pemakaman Ismail Haniyeh pada Jumat (2/8).









